Apa hubungan Max Moein dengan Desi Vidyawati ini? Max Moein sendiri sebenarnya adalah anggota dewan Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan sedangkan Desi Vidyawati sendiri ini dulunya adalah mantan sekretaris Max Moein pada tahun 2006 yang lalu.

Lantas apa hubungan mereka berdua? Sudah jelas bahwa dahulu si Desi itu adalah sekretarisnya berarti hubungan mereka dulu yach antara bos dan sekretaris :D

Tapi heran juga, kok bisa mereka berdua sampai – sampai bisa berduaan di kamar hotel dengan berfoto ria bersama dan berpose sedikit telanjang bugil, telanjang bulat, video porno, video mesum dada. Dan anehnya lagi Max Moein menyangkal bahwa foto tersebut bukan foto di kamar hotel melainkan foto di kolam renang dan mereka mengenakan pakaian yang terbalut handuk. Tapi anehnya kalau emang benar di kolam renang ngapain juga background foto tersebut kelihatan ada AC-nya? Hanya orang “pikun” yang mengatakan bahwa itu kolam renang, lah wong sudah jelas bahwa itu di dalam ruangan ber-AC, kok masih menyangkal kalau itu kolam renang. Kalaupun ada kolam renang di ruangan ber-AC apa jadinya yach :p

Max Moein dengan Desi Vidyawati ini? Max Moein berpose sedikit telanjang bugil, telanjang bulat, video porno, video mesum, telanjang dada di kamar

Max Moein dengan Desi Vidyawati. blog.songcost.com — Max Moein berfoto ria bersama dan berpose sedikit telanjang bugil, telanjang bulat, video porno, video mesum dada.

Max Moein salah satu anggota DPR diberitakan bahwa Max Moein bertelanjang dada dengan seorang wanita yang merupakan mantan stafnya, yang bernama Desi Vidyawati.

Desi Firdiyanti/Vidyawati/Virdiyanti/Vridiyanti/Vidriyanti bersama Max Moein. dengan Desi Vidyawati, mantan sekretarisnya Desi Vidyawati (30), wanita cantik

Max Moein adalah salah satu anggota dewan Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan. Baru dengan salah seorang wanita yang merupakan mantan stafnya, yang bernama Desi Vidyawati.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan Max Moein ternyata pernah dilaporkan ke adalah Max Moein. Sementara wanita dalam foto tersebut adalah Desi Vidyawati, mantan

Max Moein-Desy. Bermula dari dua buah foto mesum antara anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (FPDI) Max Moein dengan eks stafnya Desi Vidyawati, skandal tersebut akhirnya terbongkar. Satu foto menggambarkan foto setengah badan

Namun, belum lagi kebenaran foto itu terungkap, mencuat pengakuan seorang wanita bernama Desi Vidyawati (30), mantan sekretaris Max, yang mengaku mengalami pelecehan seksual selama bekerja pada Max. Dibeberkan, telah terjadi sesuatu antara dirinya dengan Max Moein, Wakil Ketua Komisi XI DPR yang pernah jadi bosnya. Selama Maret 2005 hingga Maret 2006, Desi adalah asisten pribadi Max Moein. Selama menjadi asisten anggota DPR dari politisi PDIP itu, Desi mengaku banyak

Saat ini Badan Kehormatan (BK) DPR didesak untuk mengusut skandal foto syur anggota Komisi XI Max Moein dengan Desi Vidyawati, mantan sekretarisnya Desi Vidyawati (30), wanita cantik dengan rambut panjang. Jika Desi mengaku sering

Cerita Panas Paling Banyak Dicari

Related Post

7 Comments Received

uli
May 25th, 2008 @8:51 am  

Foto-foto yang sudah beredar itu memang benar foto Max Moein anggota Komisi XI DPR RI tapi perempuannya bukan foto Desy yang mantan sekretaris Max Moein.

Desi pernah menggugat Max Moein melalui Badan Kehormatan DPR RI sehubungan pemutusan hubungan kerja sepihak yang berlatarbelakang perlakuan yang tidak baik oleh Max Moein, antara lain karena pernah disuruh berfoto bugil juga oleh mantan atasannya yang tampaknya memang memiliki kelainan jiwa itu.

Saya kebetulan adalah orang yang selalu menemani Desi selama dia menyiapkan rencana gugatannya dengan dukungan dari LBH APIK, lembaga yang didirikan atasan saya, Nursyahbani Katjasungkana.

Desi menuntut Max Moein untuk pemulihan nama baik karena dituduh tidak mampu bekerja dan mencuri barang-barang di kantor Max Moein. Semua tuduhan itu tidak benar, saya sudah mencoba menguji kemampuan Desi bekerja dalam beberapa kepanitiaan kecil jika saya harus mengorganisir kegiatan untuk atasan saya ataupun mengerjakan kegiatan administrasi staff anggota DPR dan ternyata Desi mampu menjalankannya dengan baik.
Tentang tuduhan mencuri barang-barang itu juga perlu dilihat dengan baik. Masalahnya Desi menyatakan bahwa dia dipecat begitu saja tanpa pesangon, juga tidak digaji. Hanya beberapa kali diberi uang dengan jumlah yang tidak tentu dan tidak sebesar gaji staff anggota yang ditetapkan setjend.

Sebagai orang yang juga bekerja di lembaga DPR saya mengetahui bahwa hubungan antara anggota dan staff yang direkrut secara pribadi oleh anggota adalah sangat personal, karena anggota memiliki otoritas penuh mengangkat dan memberhentikan staff kapanpun dia suka. Hubungan kerja yang sangat timpang itu merupakan salah satu peluang terjadinya perilaku amoral anggota DPR seperti Max Moein itu. Namun karena staff anggota adalah bagian dari institusi partai yang ada di legislatif, maka institusi Fraksi yang memiliki kewajiban untuk mengintervensi hubungan anggota dengan staffnya.
Namun demikian, kemampuan Fraksi dan partai mengintervensi itu memiliki satu kondisi lain yang harus dipenuhi, yaitu bahwa semua orang yang menjadi anggota DPR adalah kader partai yang memang memiliki kesadaran penuh bahwa jabatannya adalah amanah rakyat.
Saya berharap, foto-foto yang beredar dan kesimpang siurannya dengan gugatan Desi yang kemudian mendorong terbukanya cerita dibalik dibalik gugatan Desi itu menjadi informasi publik yang kemudian dibaca oleh para pimpinan partai. Tidak hanya PDIPerjuangangan, Partai yang mencalonkan max moein, tapi semua partai karena kasus ini bisa saja terjadi di partai apapun sepanjang rekruitmen partai dalam menyusun daftar caleg masih berdasarkan siapa berani bayar berapa. Sudah waktunya partai-partai lebih melihat kinerja kadernya dalam menyusun daftar caleg.

Salam,
Uli

admin
May 25th, 2008 @9:08 am  

Terima kasih atas penjelasan dari Bapak Uli.
Salam kenal Pak.

Admin

Agus
May 26th, 2008 @3:08 am  

Mungkin tepatnya “Mbak” Uli kali ya.. karena dia khan bekerja di LBH APIK. Btw, apakah memang sistem rekrutmen yang gak jelas itu boleh dilakukan sama anggota dpr ya ? Kok aneh.. trus apa gunanya UU Ketenagakerjaan kalo ternyata tidak dapat melindungi pekerja di gedung tempat disahkannya UU tersebut.

Menanggapi artikel ini dan “ngeles”nya argumen MM, kok ya tetep aja aneh.. emang kalo bener lokasinya di kolam renang sebagaimana argumentasi dia, trus artinya tetep sah seorang anggota dpr meluk-meluk perempuan yang bukan istri atau anaknya itu ya ? Mendingan ngelesnya bilang kalau yang dipeluk itu anak perempuannya yang selama ini menghilang dan baru bertemu kembali (wuih…sinetron banget).. :)

admin
May 26th, 2008 @3:27 am  

Wui saya kira itu bapak – bapak :D
Gak taunya Mbak :hammer:
Klo gitu thanks tu Mbak ULI :peace:

stamler
May 28th, 2008 @9:12 pm  

mbak Uli yng baik.
Aku yg pakai kc mata minus lima aja jelas, bagaimana yg nggak pakai kc mata minus ? Apalagi yg harus di bela dari wakil rakyat kayak gitu ? Udah deh, rapaiin meja dan angkat kaki dari senayan pulang ke rumah. Nyesel juga aku pernah milih partainya Max Moein.
Mau foto di kolam renang atau di hotel atau di neraka, kan anggota DPR itu wakil rakyat terpilih ? Untuk contoh ? Apanya lagi yg bisa di banggakan ?Kalau kader seperti itu tdk segera dibereskan maka th 2009 partainya akan nyungsep !!

mukhishin
December 25th, 2008 @9:29 pm  

Iti baru Anggota DPR, belum lagi anggota kabinet tambah asyik lagi kan haaaa….

Pingback & Trackback
Pingback from kolam hotels in July 24th, 2008 @4:25 pm  
Leave A Reply

Please Note: Comments maybe under moderation after you submit your comments so there is no need to resubmit your comment again