Setelah ribut - ribut ngurusi foto telanjang, bugil, video bokep gratis, download bokep, video sex, foto artis telanjang, foto bugil artis Max Moein yang dikabarkan telanjang setengah dada bersama seorang wanita yang katanya adalah mantan sekretarisnya pada tahun 2006 yang lalu, saya mendapatkan kabar sedikit dari seorang atas nama Uli yang katanya mengenal dekat dengan mbak Desi Vidyawati yang dikatakan sedang ber-telanjang dada bugil, foto mesum, bokep bersama Max.
Uli ini mengatakan bahwa foto wanita yang bersama Max Moein itu bukanlah foto dari Desi Vidyawati karena beliau lebih mengenal dekat dengan mbak Desi ini. Beliau sebagai salah satu anggota DPR yang sekaligus teman dekat mbak Desi ini menyangkal tuduhan bahwa itu adalah foto Desi Vidyawati. Berikut pernyataannya di sebuah komentar yang saya terima:
Foto-foto yang sudah beredar itu memang benar foto Max Moein anggota Komisi XI DPR RI tapi perempuannya bukan foto Desy yang mantan sekretaris Max Moein.
Desi pernah menggugat Max Moein melalui Badan Kehormatan DPR RI sehubungan pemutusan hubungan kerja sepihak yang berlatarbelakang perlakuan yang tidak baik oleh Max Moein, antara lain karena pernah disuruh berfoto bugil juga oleh mantan atasannya yang tampaknya memang memiliki kelainan jiwa itu.
Saya kebetulan adalah orang yang selalu menemani Desi selama dia menyiapkan rencana gugatannya dengan dukungan dari LBH APIK, lembaga yang didirikan atasan saya, Nursyahbani Katjasungkana.
Desi menuntut Max Moein untuk pemulihan nama baik karena dituduh tidak mampu bekerja dan mencuri barang-barang di kantor Max Moein. Semua tuduhan itu tidak benar, saya sudah mencoba menguji kemampuan Desi bekerja dalam beberapa kepanitiaan kecil jika saya harus mengorganisir kegiatan untuk atasan saya ataupun mengerjakan kegiatan administrasi staff anggota DPR dan ternyata Desi mampu menjalankannya dengan baik.
Tentang tuduhan mencuri barang-barang itu juga perlu dilihat dengan baik. Masalahnya Desi menyatakan bahwa dia dipecat begitu saja tanpa pesangon, juga tidak digaji. Hanya beberapa kali diberi uang dengan jumlah yang tidak tentu dan tidak sebesar gaji staff anggota yang ditetapkan setjend.
Sebagai orang yang juga bekerja di lembaga DPR saya mengetahui bahwa hubungan antara anggota dan staff yang direkrut secara pribadi oleh anggota adalah sangat personal, karena anggota memiliki otoritas penuh mengangkat dan memberhentikan staff kapanpun dia suka. Hubungan kerja yang sangat timpang itu merupakan salah satu peluang terjadinya perilaku amoral anggota DPR seperti Max Moein itu. Namun karena staff anggota adalah bagian dari institusi partai yang ada di legislatif, maka institusi Fraksi yang memiliki kewajiban untuk mengintervensi hubungan anggota dengan staffnya.
Namun demikian, kemampuan Fraksi dan partai mengintervensi itu memiliki satu kondisi lain yang harus dipenuhi, yaitu bahwa semua orang yang menjadi anggota DPR adalah kader partai yang memang memiliki kesadaran penuh bahwa jabatannya adalah amanah rakyat.
Saya berharap, foto-foto yang beredar dan kesimpang siurannya dengan gugatan Desi yang kemudian mendorong terbukanya cerita dibalik dibalik gugatan Desi itu menjadi informasi publik yang kemudian dibaca oleh para pimpinan partai. Tidak hanya PDI Perjuangangan, Partai yang mencalonkan max moein, tapi semua partai karena kasus ini bisa saja terjadi di partai apapun sepanjang rekruitmen partai dalam menyusun daftar caleg masih berdasarkan siapa berani bayar berapa. Sudah waktunya partai-partai lebih melihat kinerja kadernya dalam menyusun daftar caleg.
Salam,
Uli
Thanks to bapak Uli atas informasinya.















2 Comments Received
May 28th, 2008 @11:36 pm
Revolusi diri adalah awal dari revolusi dunia
Pingback & Trackback
Leave A Reply